Bombana I pa-kolaka.go.id
Peristiwa diluar dugaan banyak pihak menghiasi dinding diskusi dunia maya warga peradilan. Adalah Drs. H. Patte, SH, MH, Ketua Pengadilan Agama (PA) Gorontalo yang menghembuskan nafas terakhir saat melaksanakan tugas kedinasan di salah satu hotel di Jakarta. Karenanya, PA Kolaka ikut menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya.
Jumat pagi (9/8/2019) Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, dan beberapa pegawai PA Kolaka mengunjungi rumah duka Ketua PA Gorontalo. Disamping sebagai ungkapan duka cita, juga sebagai bentuk kepedulian sebagai sesama warga Mahkamah Agung, khususnya lingkungan Peradilan Agama.
Gayung bersambut, terutama bagi jajaran Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sulawesi Tenggara. Meskipun almarhum saat ini menjabat sebagai Ketua PA di wilayah PTA Gorontalo, rupanya almarhum adalah putra asli Boepinang. Sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Sehingga, begitu beralasan jika kepergian almarhum begitu terasa juga bagi lingkungan PTA Sulawesi Tenggara.
Beberapa jam usai kejadian, atau pada kamis malam (8/8/2019) pimpinan Pengadilan Agama (PA) Kolaka menerima informasi bahwa jenazah akan dikebumikan di kampung halaman. Kabar awal yang diterima adalah di Kabupaten Kolaka. Setelah ditelusuri dan dicari tahu kepastian, rupanya kampung tempat almarhum lahir dan dibesarkan adalah di Kecamatan Boepinang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Atas keterangan tersebut, Ketua PTA Sulawesi Tenggara menyampaikan ke pimpinan PA Kolaka untuk menyiapkan karangan bunga atas nama Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia. Tanpa pikir panjang, karena ini merupakan duka PA Kolaka juga, arahan tersebut diwujudkan segera.
Esok paginya, Jumat waktu setempat, sekira pukul 09.30 pagi, “rombongan” PA Kolaka bergegas menuju rumah duka yang ditempuh kurang lebih 100 kilo meter. Waktu tempuh kira-kira dua jam perjalanan dari Kantor PA Kolaka. Alhamdulillah, sebelum sholat Jumat sudah sampai di lokasi.
Keberangkatan sengaja lebih awal dilakukan, agar karangan bunga yang dibawa lebih dulu sampai daripada jenazah yang juga sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Kendari via pesawat Garuda.
Seperti diketahui, almarhum meninggal dunia saat menyajikan materi tentang Zona Integritas (ZI) di salah satu hotel di kawasan Ancol, Jakarta. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 16.30 Waktu Indonesia Barat. Usai kejadian tidak sadarkan diri, almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit. Akan tetapi takdir berbicara lain.
Dari riwayat hidup yang beredar, almarhum lahir di Boepinang. Masa kecil dihabiskan di kampung tempat dilahirkan hingga tamat Madrasah Tsanawiyah Negeri Boepinang. Setelah itu merantau ke Bau-Bau. Lanjut sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Bau-Bau. Dan dilanjutkan di IAIN Alauddin Makassar.
(IH)


