Kolaka I pa-kolaka.go.id

Seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuk masa kerja tahun yang baru selalu dilaksanakan Rapat Kerja (raker). Kegiatan tersebut menjadi keharusan bagi setiap satuan kerja (satker), termasuk Pengadilan Agama (PA) Kolaka untuk merencanakan apa yang mesti dilakukan dalam satu tahun ke depan.

Bertempat di Ruang Rapat (pimpinan) lantai 2, Selasa (7/1/2019), usai doa bersama di pagi hari, dilaksanakan pertemuan tahunan oleh seluruh jajaran pegawai PA Kolaka. Selain Muhammad Surur, S.Ag. sebagai Ketua PA Kolaka, juga ikut dalam agenda penting tersebut adalah Wakil Ketua (Ilman Hasjim, SHI, MH), Panitera (Abdul Rahman, S.Ag.), dan Sekretaris (Maemunah, S.HI.).

Selain para pejabat seperti tersebut di atas, juga ikut dalam kegiatan serupa yakni Hasnawati, SHI (Hakim), Ilmiyawanti, SH (Panitera Muda Permohonan), Burhan, SH (Panitera Muda Gugatan), Abd. Rahman, SH (Panitera Muda Hukum). Dari kalangan kesekretariatan ada Triana Noviyanti, S.Kom (Kasubag Umum dan Keuangan) dan Suharman Samudera, SH (Kasubbag Kepegawaian).

Muhammad Jasman As’ad, SH dan Farida Ridwan, SH, yang masing-masing adalah Jurusita dan Jurusita Pengganti PA Kolaka juga ikut berpartisipasi di acara yang sama. Termasuk seorang staf di kepaniteraan, Yunarni, S.Kom.

Meskipun agak terlambat rapat kerja tersebut dilaksanakan, yang idealnya digelar di bulan Desember tahun 2019, akan tetapi menjadi lebih baik tetap diselenggarakan, daripada tidak sama sekali. Terlebih, banyaknya agenda penting yang mesti dilalui di tahun 2020 ini.

Raker tersebut sengaja dipilih untuk diselenggarakan di ruang rapat pimpinan, karena biar lebih fokus dalam pembahasan. Juga yang tidak kalah penting adalah agar lebih mudah bertukar gagasan dan ide. Di samping itu, karena memang Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, yakni hanya 14 orang, termasuk pimpinan.

Banyak hal yang dibahas dalam raker yang dipimpin langsung Ketua PA Kolaka tersebut. Oleh Wakil Ketua PA diusulkan untuk tahun 2020 mengusung konsep “Program Kerja DeHaTe 2020” dengan tema “Menuju Teladan Nasional”. Program DeHaTe adalah singkatan dari Daruriyat, Hajiyat, Tahsiniyat. Yang masing-masing bermakna pokok, sekunder, tersier.

Pembagian program kerja itu sangat penting, untuk membedakan mana yang pokok sebagai tujuan dan prioritas. Mana agenda sebagai penunjang kerja pokok. Dan mana yang hanya pelengkap atau penyempurna. Sehingga semua menjadi terukur.

Sedang tema “Menuju Teladan Nasional” sengaja diusung sebagai spirit bagi PA Kolaka karena termasuk salah satu satker di lingkup Mahkamah Agung (MA) untuk bisa meningkatkan kinerja dengan baik. Dengan tujuan agar dapat bersaing di level nasional, bukan hanya provinsi. Karena sejatinya, setiap kerja yang dilakukan, semuanya dinilai dan dievaluasi oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag).

Salah satu contoh dari penilaian level nasional adalah hasil kinerja satuan kerja yang diterbitkan Ditjen Badilag tentang Sistem Penilaian Promosi dan Mutasi Tenaga Teknis di Lingkungan Peradilan Agama. Secara berturut-turut PA Kolaka berada di urutan 91, 105, dan 56 untuk Triwulan I, II, dan III dari 225 satker Kelas II.

Selain pembahasan beberapa program kerja tersebut. Pada pertemuan kedua setelah istirahat, sholat (zuhur), dan makan siang bersama, dilanjutkan dengan pembahasan DIPA untuk tahun anggaran 2020. Banyaknya hal yang harus disepakati agar tidak tiba masa tiba akal, menjadikan “diskusi” berjalan cukup serius. Dan kemudian ditutup pada pukul 16.20 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

(IH)

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

1 2 6 7 3 0
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
101
121
126730
0
9669
9618
126730
IP Anda : 3.235.66.217
2020-03-28 18:15